home seputar gangguan lambung fucosid forum news&promotion about us contact
 
Uji Klinis Kelebihan Fucosid Fakta dan Mitos FAQ
Fakta dan Mitos

Fakta

  1. Sekitar 25 % orang dewasa mengalami gejala maag pada suatu waktu dalam hidupnya.
  2. Sekitar 30% orang yang berobat ke dokter umum disebabkan gangguan saluran cerna terutama maag.
  3. Beberapa obat maag memberikan efek samping, contohnya antasida dapat menyebabkan diare atau sembelit, penghambat asam golongan AH2 seperti simetidin, Pada pria bisa menyebabkan pembesaran payudara yang bersifat sementara dan jika diminum dalam waktu lama dengan dosis yang tinggi bisa menyebabkan impotensi. Famotidin dapat menyebabkan efek toleransi sehingga hanya dapat dikonsumsi paling lama 2 minggu.
  4. Ulkus atau luka pada lambung akibat H. Pylori tidak dapat diobati dengan menggunakan antasida/acid suppression (H2 blocker, PPI, etc). Bisanya harus menggunakan kombinasi dua/tiga terapi yang terdiri dari antibiotik, acid suppression dan stomach lining protector. Cara pengobatan diatas mengakibatkan efek samping seperti : pusing, muntah, diare, sakit perut dan infeksi jamur pada wanita. Cara terbaru adalah menggunakan Fucoidan yang merupakan bahan natural, tanpa efek samping.
  5. Luka/Ulkus tidak disebabkan oleh stress, makanan pedas atau makanan asam.
  6. Bakteri H. Pylori menginfeksi hampir 50 % populasi di dunia dengan prevalensi tertinggi di daerah negara berkembang.
  7. Dari 50 % populasi tersebut, sekitar 80% individu yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa-apa hingga terjadinya peradangan atau luka/ulkus.
  8. 90% penyakit luka/ulkus pada lambung disebabkan oleh infeksi bakteri H. Pylori, sisanya oleh penggunaan obat-obatan NSAID – aspirin, Ibuprofen dll.

Mitos

  1. Sebelum Penemuan bakteri H. Pylori, Persepsi masyarakat mengenai penyebab sakit maag adalah akibat kelebihan asam lambung yang dipicu oleh beban pikiran (stress), makanan pedas, makan tidak tepat waktu, dan gaya hidup.
  2. Akibat dari persepsi yang salah ini maka obat yang paling sering dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dan berulang untuk mengatasi sakit maag adalah antasida dan obat anti sekresi asam lambung seperti H2 bloker dan Proton pump Inhibitor tanpa ada hasil penyembuhan total yang menjanjikan. Obat-obatan tersebut diatas hanya mampu mengurangi dan menghilangkan gejala sakit maag, mengurangi radang dan mungkin sedikit membantu penyembuhan luka namun tidak mampu menghilangkan infeksi bakteri H. Pylori.
» Forum untuk sementara tidak dapat diakses